Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi dalam Penerapannya

Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi dalam Penerapannya

Pada dasarnya, akuntansi dapat dipahami sebagai seni mempelajari dan mencatat seluruh aktivitas keuangan. Akan tetapi, untuk menangani aktivitas ini tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Sebab tentunya, diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Paling tidak, ia adalah akuntan yang bisa mengolah data-data sesuai dengan karakteristik kualitas informasi akuntansi.

Mengingat bahwa hasil akhir dari kegiatan pelaporan keuangan adalah dapat dijadikan rujukan untuk mengambil keputusan, maka diharapkan informasi memiliki kualitas yang tinggi. Adapun yang dijadikan sebagai standar kualitas informasi akuntansi ini adalah karakteristik primer dan sekunder menurut SFAC No. 2 yang dikeluarkan oleh Financial Accounting Standards Board (FASB).

Penerapan Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi

Karakteristik kualitas informasi akuntansi dijadikan sebagai ukuran informasi yang dimuat berguna atau tidak. Dengan kata lain, ia berperan sebagai standar ideal suatu informasi keuangan. Sehingga laporan akan dikatakan baik jika setidaknya dalam penerapannya telah memenuhi kualitas yang dikehendaki. Nah, di bawah ini adalah 4 syarat laporan keuangan dikatakan baik.

#1 Relevan

Singkatnya, laporan keuangan akan dikatakan relevan jika mampu mempengaruhi suatu pengambilan keputusan dengan berkaca pada peristiwa di masa lalu, saat ini, dan masa depan. Sehingga perlu ditegaskan bahwa untuk memenuhi karakteristik yang satu ini, setidaknya ada beberapa hal yang perlu ditegaskan.

  • Pertama, baiknya informasi dapat memberikan manfaat umpan balik (feedback value) sebagai bahan koreksi pengambilan keputusan di masa lalu.
  • Kedua, baiknya informasi yang diberikan dapat memunculkan gambaran masa depan (predictive value).
  • Ketiga, informasi disajikan secara lengkap dan tepat waktu sehingga dapat memberikan rujukan untuk pengambilan keputusan yang belum kadaluarsa. Lengkap saja akan percuma jika informasi disampaikan tidak pas pada waktunya.

#2 Dapat diandalkan / Reliabilitas

Karakter kualitas informasi akuntansi yang kedua yakni mempertimbangkan reliabilitas. Maksud dari karakter ini adalah mencegah informasi yang termuat dalam laporan menimbulkan salah pengertian sehingga menyesatkan. Sebaliknya, komponen dari laporan keuangan akuntansi ini harus ditulis dengan jujur dan dapat ditelusuri kebenarannya. Berikut ini adalah beberapa syarat informasi dikatakan andal

  • Penyajian informasi dapat mencerminkan kejujuran dan transparansi seluruh transaksi maupun aktivitas bisnis lainnya.
  • Sifat sistem informasi akuntansinya memiliki daya uji. Sehingga kebenaran akan datanya bisa dipertanggungjawabkan.
  • Mengingat ada banyak pihak luar termasuk pemegang saham, kreditur, hingga pelanggan, diharapkan jika informasi tidak mengarah pada kepentingan salah satu pihak saja.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan bernama X menerbitkan laporan keuangan. Setelah diuji di kantor akuntan publik 1 menunjukkan bahwa laporan tersebut menunjukkan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Dari kasus ini, diketahui bahwa laporan keuangan yang dibuat perusahaan X memenuhi karakter reliabilitas.

#3 Dapat Dibandingkan

Seperti yang telah diketahui bersama, laporan akuntansi dibuat dalam periode tertentu. Bisa bulanan, triwulan, bahkan dalam satu tahun. Meski begitu, dalam akuntansi dikenal adanya prinsip konsistensi. Dalam penerapannya, prinsip ini berarti bahwa informasi wajib memiliki pembanding dari teori, metode, dasar, dan pedoman akuntansi yang sama dari waktu ke waktu.

Pada umumnya, laporan keuangan atau financial report akan dibandingkan dengan periode sebelumnya dengan dua cara. Yakni secara internal dan eksternal. Perbandingan secara internal akan dilakukan jika dari tahun-ke tahun perusahaan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama. begitu pula sebaliknya.

#4 Dapat Dipahami

Dalam menyajikan laporan keuangan, semua karakteristik kualitas informasi akuntansi perlu diterapkan. Utamanya, adalah karakter yang keempat ini. Yakni, dapat dipahami. Hal ini karena akan sia-sia saja jika seluruh data yang sudah dikumpulkan, diolah, dan disusun sedemikian rupa ternyata tidak dapat dimengerti oleh pemakainya.

Perlu diketahui, tujuan penyusunan laporan keuangan adalah untuk memberikan gambaran kondisi perusahaan saat ini kepada pihak internal maupun eksternal. Mulai dari investor, karyawan, pemberi pinjaman, pelanggan hingga masyarakat luas. Nah, dengan ini, maka pembuatan laporan sesuai karakteristik kualitas informasi akuntansi mengemban tugas supaya dapat dipahami seluruh pihak.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan oleh Ikatan Akuntan Indonesia menyebutkan bahwa setidaknya ada sejumlah pengguna laporan keuangan. Diantaranya ialah investor saat ini dan investor potensial, pemberi pinjaman, karyawan, pelanggan, hingga masyarakat luas. Sementara itu beberapa informasi di bawah ini sebaiknya menjadi pemahaman bersama.

  • Pertama yakni aktivitas perekonomian perusahaan
  • Proses akuntansi atau pencatatan dan pengelolaan informasi keuangan, serta
  • Istilah-istilah yang sering digunakan dalam laporan keuangan.

Benar. Kegunaan laporan keuangan bagi pemakainya berbeda satu sama lain. Seperti halnya bagi pemberi pinjaman yang tertarik dengan laporan keuangan untuk memutuskan apakah pinjaman dapat dibayar saat jatuh tempo, tentu tidak sama dengan kegunaannya bagi pemerintah maupun masyarakat luas. Meski begitu, informasi akan dikatakan baik jika bisa dipahami semua pihak.

Demikianlah paparan mengenai penerapan karakteristik kualitas informasi akuntansi. Menimbang kegunaannya yang vital, memastikan bahwa informasi yang dimuat dalam laporan keuangan memenuhi karakter relevan, reliabilitas, memiliki daya uji dan dipahami adalah langkah penting. Sebab jika tidak demikian, jangankan memberikan pengaruh pada pengambilan kebijakan, disusun pun seolah hanya menjadi tumpukan data yang sia-sia.